Senin , 30 November 2020

Makna 7 Bagi Jungkook BTS: Saya Belajar & Menemukan Pentingnya Musik Bagi Saya

8 Maret 2020 06:21 WIB


Jungkook BTS. (Dok. Big Hit Entertainment).


Solotrust.com- BTS melakukan wawancara dengan Grammy ketika peluncuran album terbaru mereka "Map of the Soul: 7", yangmana hasilnya turut diunggah di laman Grammy.



Salah satu hal yang ditanyakan adalah apa pelajaran hidup terbesar yang mereka dapatkan dalam 7 tahun karir mereka ini, yang terefleksikan dalam "Map of the Soul: 7".

Jungkook mengatakan, "Saya pikir saya benar-benar belajar betapa berharganya musik, betapa pentingnya itu bagi saya. Merekam musik untuk album ini, mengerjakan musik melalui seluruh proses ini, itu benar-benar menyenangkan dan bermakna. Karena sekali lagi, saya belajar dan menemukan betapa berharganya musik dan betapa pentingnya itu bagi saya."

Pernyataan Jungkook ini selaras dengan apa yang BTS gambarkan dalam sejumlah lagu dalam album ini, seperti" Interlude: Shadow", "Black Swan", "Ego", dan "ON", yangmana pada akhirnya mereka belajar tentang pentingnya musik sebagai bagian dari takdir dalam kehidupan mereka, meski dalam prosesnya terjadi pergulatan dalam batin mereka.

Dalam "Interlude: Shadow", popularitas yang berlebihan mempunyai efek seperti kesepian, kesendirian, dan ketakutan berada di puncak, sehingga seperti terjadi pertentangan antara ego mereka sebagai seorang seniman yang harus melakukan "thang/thing"nya dengan shadow berupa ketakutan yang siap menelan mereka, yang efek selanjutnya mereka bisa berhenti menyanyi/membuat musik.

Dilanjutkan dalam "Black Swan", mereka tidak justru dilahap oleh shadow itu, namun justru menjadi sadar akan peran mereka sebagai musisi dan harus berjuang di jalan mereka.

BTS menjadi sadar bahwa menjadi musisi atau orang yang cinta pada musik (dengan menyanyi dan membuat lagu), sebagaimana halnya penari cinta pada menari, adalah peran mereka.

Sehingga, betapapun beratnya, mereka akan mempertahankan apa yang menjadi "thang/thing" mereka, karena jika mereka berhenti, maka mereka akan menghadapi kematian pertama, yang justru lebih menyakitkan, seperti quote dari Martha Graham yakni "A dancer dies twice – once when they stop dancing and this first death is the more painful" yang terjemahannya adalah "seorang penari meninggal dua kali - sekali ketika mereka berhenti menari dan kematian pertama ini lebih menyakitkan".

Menurut siaran pers Big Hit, sebagaimana dikutip dari Billboard, "Black Swan" adalah lagu tentang pengakuan seorang seniman yang benar-benar belajar apa arti musik bagi dirinya sendiri.

Dikutip dari sumber lain yakni Yonhap, menurut Big Hit, lagu ini membandingkan momen menakutkan dari akhir sebagai seorang seniman yang bersembunyi di dalam anggota BTS dengan "black swan". Ketika para anggota menemukan black swan di dalam diri mereka, ironisnya hal itu membangkitkan mereka pada nilai dan makna sejati musik.

Semua ini kemudian dideklarasikan melalui sebuah manifestasi atau pernyataan besar dalam "ON", yang menjadi lagu utama dalam album "7".

"Kami mungkin menghadapi beberapa shadow atau mungkin bencana, bahkan mulai sekarang, tetapi kami sudah mengakui ini sebagai bagian dari diri kami sendiri. Ini seperti pernyataan besar dan manifesto yang akan kami laksanakan," kata RM terkait "ON" dalam wawancaranya dengan Billboard saat lagu itu dirilis.

Mengikuti "Interlude: Shadow" dan "Black Swan", "ON" masih mengeksplorasi aspek shadow dalam diri mereka sebagai seorang seniman, namun dengan pernyataan tegas bahwa mereka menerimanya dan menghadapinya untuk terus maju.

Di bagian bridge, dikatakan bahwa BTS adalah pejuang yang memilih untuk turun ke jurang yang gelap. Mereka siap berjuang, menghadapi segala rasa sakit, menggambarkan keberanian mereka menghadapi shadow dalam diri mereka sendiri.

Lirik ini terlihat relevan dengan salah satu foto konsep BTS dalam album "7", dimana ada lubang hitam di bawah mereka, dan layaknya white swan, mereka siap turun ke bawah untuk menjumpai shadow mereka.

Dalam foto konsep yang lain, mereka terlihat berubah menjadi black swan, yang menggambarkan pengakuan/penerimaan mereka terhadap shadownya. Bahkan khusus untuk Suga, posenya terlihat seperti memeluk sayap hitamnya, seperti ia sedang memeluk/merangkul bayangannya sendiri (embrace his own shadow).

Meski mengakui keberadaan shadow dan menghadapinya, BTS tidak tenggelam di dalamnya dan terus bergerak maju (on and on). Hal ini selaras dengan apa yang pernah Suga katakan dalam wawancara di acara Zack Sang Show.

"Satu pesan yang menembus album ini secara keseluruhan adalah bahwa kamu harus menghadapi bayang-bayang (shadow) dalam batinmu tetapi jangan sampai tenggelam di dalamnya. Kamu harus menghadapinya dan bergerak maju," kata Suga. (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com