Minggu , 7 Juni 2020

Cerita Perawat: Butuh Satu Jam Tangani Satu Pasien Covid-19

20 April 2020 15:35 WIB


Ilustrasi (Dok. Istimewa/Business Insider/Getty Images)

JAKARTA, solotrust.com - Salah satu perawat Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Nurdiansyah menceritakan setidaknya perlu waktu satu jam untuk menangani pasien virus corona (Covid-19) yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan. 

"Ketika kita sampai ruangan pasien, waktu yang dibutuhkan menangani pasien bergantung tindakan. Satu pasien, bahkan bisa satu jam. Misalnya, ada pemeriksaan jantung atau pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), ini perawatan yang kami beri ke pasien paling cepat 30 menit," kata Nurdiansyah, ketika berbagi pengalamannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (19/04/2020).



Nurdiansyah bercerita perawat bertugas di RSPI Sulianti Saroso yang saat ini secara penuh menangani Covid-19 tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik rutin, namun juga menyediakan kebutuhan pasien, bahkan harus bersedia menemani mendukung mental pasien. 

"Teman saya pernah ada yang sampai empat jam karena masih banyak pasien yang takut, tidak berani kami (perawat) keluar ruangan perawatan. Jadi kami bertugas betul-betul memotivasi pasien, mentalitas kami kuatkan agar imunitasnya kuat," kisahnya. 

Nurdiansyah juga bercerita, jika sebelumnya dalam satu ruangan dibutuhkan dua hingga tiga perawat, saat ini di masa meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 keadaan berbalik. 

"Satu perawat saat ini menangani dua sampai tiga orang pasien," ujar Nurdiansyah. 

Oleh karena itu, berkaca pada keadaan di lapangan, Nurdiandyah berharap bantuan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, khususnya perawat yang secara rutin menangani pasien untuk berinteraksi semakin dipermudah dan diperbanyak. 

"Saat ini teman-teman kami sudah banyak yang terinfeksi. Sudah banyak yang positif dan mulai dirawat. Jadi ini memang bulan yang sangat sedih. Mungkin tertular karena ketidakjujuran (pasien), mungkin tertular saat beraktivitas di luar. Jadi memang angka-angka yang bertambah semakin banyak dan ini menjadi bulan yang penuh duka," ungkap dia. 

Oleh karena itu, Nurdiansyah berpesan tidak hanya pemerintah, namun seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan Covid-19 mengikuti anjuran serta aturan yang sudah ditetapkan. 

"Tolong lakukan pencegahan. Satu-satunya solusi Covid-19 adalah pencegahan. Jadilah garda terdepan karena garda terdepan adalah masyarakat yang artinya kita semua," pinta Nurdiansyah, dilansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bnpb.go.id.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com