Minggu , 31 Mei 2020

10 Tahun Bela Manchester City, Begini Kiprah David Silva

22 April 2020 17:46 WIB


Gelandang Manchester City David Silva, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang West Ham United pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, 3 Desember 2017. (Martin Rickett/PA via AP)

JAKARTA, solotrust.com- David Silva bersiap menanggalkan seragam Manchester City. Sesuai dengan kontrak, masa kerja Silva bersama The Citizens akan berakhir pada 30 Juni mendatang.

City memilih melepas gelandang bernomor punggung 21 itu lantaran sang pemain sudah tak muda lagi, berusia 34 tahun. Walhasil, genaplah sudah 10 tahun pengabdian Silva bersama Manchester biru.



Selama itu Silva mampu membantu City mengumpulkan 13 trofi bergengsi di semua kompetisi. Prestasi paling membanggakan adalah empat kali mengangkat trofi Liga Primer Inggris.

Silva merupakan salah satu pemain kunci dalam evolusi Manchester City sejak dibeli miliuner Qatar, Sheikh Mansour bin Zayed al Nahyan, pada 2008. Silva baru bergabung dengan skuad City pada 2010 setelah meninggalkan klub masa kecilnya, Valencia.

Silva selalu menjadi pemain inti dalam tiga periode pelatih, yakni Roberto Mancini, Manuel Pellegrini, hingga sekarang Josep Guardiola. Alasannya, Silva adalah pemain yang serba bisa. Ia mampu memainkan peran gelandang tengah, gelandang serang, hingga pemain sayap kanan dan kiri.

Keistimewaan Silva adalah punya otak yang jenius dalam memainkan perannya. Mantan pemain pinjaman Celta Vigo itu selalu punya cara mengalirkan bola dari lini tengah ke barisan penyerang. Ia pun piawai mengemban tugas sebagai playmaker City.

Mancini, Pellegrini, hingga Guardiola memberikan pujian untuk Silva. Mancini adalah pelatih yang memutuskan untuk mendatangkan Silva. Meski memang sebenarnya petinggi klub juga mengincar kemampuan gelandang yang sukses membantu Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2010 itu.

Mancini, yang terkenal keras, pun sempat memberikan pujian kepada Silva. Menurut pelatih berkebangsaan Italia itu, Silva merupakan salah satu pemain terbaik di Eropa. Bahkan saat itu ia menyebut Silva tak kalah hebat dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

"Bedanya, Ronaldo dan Messi itu menyerang dan mencetak gol. Kalau Silva menggerakkan tim. Tapi kalau melihat kualitas, mereka sama hebatnya," kata Mancini pada 2011.

Selanjutnya, Manuel Pellegrini—pengganti Mancini—sempat heran dengan nasib Silva. Sebab, menurut dia, dengan kualitas seperti itu, seharusnya Silva tidak bermain untuk City. "Seharusnya ia tampil untuk Barcelona atau Real Madrid," kata Pellegrini pada 2014.

Adapun Josep Guardiola mengatakan bahwa Silva sangat layak dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam sejarah Manchester City. Sebab, menurut pelatih berusia 49 tahun itu, Silva mampu menunjukkan sesuatu yang belum tentu bisa dilakukan pemain lain. "Yakni konsistensi penampilan. Lihat saja kualitas permainan Silva sejak awal hingga sekarang tak pernah menurun," kata pelatih berkepala plontos itu pada Desember lalu.

Selain itu, Guardiola menganggap perilaku Silva di luar lapangan pantas dijadikan contoh bagi pemain muda. Di mata mantan pelatih Barcelona itu, Silva adalah pemain yang tak suka popularitas. Menurut dia, menjadi populer bisa mengganggu konsentrasi di lapangan.

"Dia tidak tertarik dengan wawancara, media sosial, dan sebagainya. Dia bukan tipikal orang yang suka disanjung atau mendapat penghargaan," kata Guardiola.

Namun justru sikap itulah yang bikin orang-orang semakin menaruh respek kepada Silva, termasuk para pemain, pelatih, hingga fan lawan. "Mereka sadar bahwa Silva adalah pemain hebat," kata Guardiola.

Kabarnya, Guardiola mengincar gelandang Napoli, Fabian Ruiz, untuk menjadi pengganti Silva pada musim berikutnya. Namun lagi-lagi yang namanya gosip tak bisa dipegang kebenarannya. Bisa jadi City belum belanja pemain di jendela transfer musim panas nanti karena defisit keuangan akibat pandemi virus corona.

Namun yang pasti Silva belum mau pensiun setelah angkat kaki dari Stadion Etihad. Ia masih ingin bermain lagi di kompetisi papan atas selama beberapa tahun lagi. "Sejauh ini saya puas atas perjalanan karier saya. Saya pernah bermain bersama orang-orang hebat," kata dia.

Sejumlah media Spanyol menyebutkan bahwa Valencia sedang membuka komunikasi dengan Silva. Intinya, Los Che ingin memulangkan Silva yang berstatus bebas transfer pada musim panas nanti.

Valencia yakin, meski sudah berusia 34 tahun, Silva masih bisa diharapkan untuk tampil di La Liga hingga kompetisi di tingkat Eropa, seperti Liga Champions dan Liga Europa. Kabarnya, Los Che akan menjamin posisi Silva sebagai pelatih jika memutuskan untuk pensiun nantinya.

Valencia sepertinya tahu betul keinginan Silva. Sebab, beberapa hari lalu Silva sempat berbicara di depan media perihal niatnya untuk menjadi pelatih jika sudah gantung sepatu.

"Dulu saya tak berminat menjadi pelatih. Tapi seiring bertambahnya usia, saya tertarik menjadi pelatih hingga manajer suatu saat nanti," kata Silva. #teras.id


 

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com