Kamis , 4 Juni 2020

Tembus 459, Pasien Covid-19 Meninggal Hampir dari Semua Provinsi

15 April 2020 11:31 WIB


Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA, solotrust.com - Pemerintah kembali menyampaikan bela sungkawa karena pasien Covid-19 yang meninggal masih bertambah. Jumlah pasien meninggal itu tersebar di hampir semua provinsi di Indonesia.

''Kami sangat berduka dengan masih adanya saudara kita yang terpaksa harus meninggal karena penyakit Covid-19. Kami mencatat jumlahnya sudah merata hampir di semua provinsi dan kita meyakini ini masih akan terus terjadi,'' kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto pada konferensi pers di gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (14/04/2020).



Menurutnya, ini keprihatinan sangat mendalam bagi negara. Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan status pandemi Covid-19 sebagai suatu bencana nonalam berskala nasional. Status ini memberikan pintu bagi kerjasama internasional yang tentunya akan mengacu pada peraturan perundang-undangan.

Gubernur, bupati, wali kota akan berperan sebagai kepala gugus tugas penanggulangan Covid-19 di daerahnya masing-masing dan memiliki wewenang untuk menetapkan kebijakan dengan memperhatikan kebijakan pusat. Upaya penanggulangan Covid-19 sampai hari ini sudah lebih dari 30 ribu sampel diperiksa menggunakan PCR

''Ada 33.678 spesimen. Adapun yang sudah diperiksa ada 31.628 orang. Hasilnya yang positif 4.839, negatif 26.789 orang. Kelompok saudara kita yang termasuk dalam kategori ODP (orang dalam pemantauan) sampai saat ini sudah tercatat 139.137 orang,'' ungkapAchmad Yurianto, dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, kemkes.go.id.

Ditambahkan, faktor penyakit komorbid menjadi dasar meningkatnya pasien meninggal. Di antaranya karena faktor hipertensi, sesak napas karena kelainan paru-paru, asma, TBC, dan diabetes.

''Bersama-sama kita harus menyadari bahwa masih banyak ancaman penyakit di wilayah kita yang bisa menjadi faktor komorbid sehingga menambah jumlah kematian,'' tuturAchmad Yurianto.

Sementara itu, hingga Selasa (14/04/2020), jumlah kasus positif Covid-19 bertambah 282 sehingga total menjadi 4.839, pasien sembuh bertambah 46 total 426, dan pasien meninggal 60 total 459.

''Seperti kita ketahui bersama ini gambaran bahwa penularan di tengah masyarakat masih terjadi,'' ujarnya.

Hal itu, kata Achmad Yurianto, disebabkan dua faktor. Pertama, masih ada kasus positif tanpa gejala dan tanpa keluhan, ini yang menjadi sumber penularan. Kedua, masih ada masyarakat rentan tertular karena tidak mematuhi jaga jarak dalam komunikasi dan tidak memakai masker.

''Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk disiplin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Kita ingatkan semua keluarga kita,'' seru dia.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com