Selasa , 24 November 2020

Apa Beda Mudik dan Pulang Kampung Versi Presiden Jokowi?

23 April 2020 12:19 WIB


Ilustrasi.


JAKARTA, solotrust.com- Presiden Jokowi menyatakan bahwa banyaknya warga yang pulang ke daerahnya bukan merupakan kegiatan mudik, tapi pulang kampung. Hal tersebut diungkapkan presiden dalam acara Mata Najwa, yang ditayangkan salah satu tv swasta Rabu (22/4/2020) malam.



Saat mendengar jawaban itu, Najwa Shihab sebagai host sempat mempertanyakan apa bedanya pulang kampung dengan mudik, sebab itu hanya soal waktu pelaksanaan.

Namun Presiden Jokowi mengatakan bahwa mereka pulang kampung yang di kota seperti Jakarta sudah tidak memiliki pekerjaan, dan daripada tidur berdesakan dengan buruh lainnya di kontrakan mereka memilih pulang.

Selain itu, katanya, ketika pulang kampung mereka juga akan diisolasi karena saat ini perangkat desa sudah banyak menerapkan isolasi bagi tamu dari luar.

Diskusi itu, menjadi ramai di media sosial. Tagar #matanajwa dan #mudik menjadi trending topik di twitter.

Najwa Shihab melalui akun media sosialnya menjelaskan bahwa perbincangan itu dilakukan kemarin pagi atau Selasa 21 April 2020 sebelum Presiden menggelar rapat terbatas dan akhirnya memutuskan mudik dilarang.

Pada akhirnya, dari hasil rapat terbatas itu, meskipun Jokowi mengatakan pulang kampung beda dengan mudik, tetap diputuskan jika mudik dilarang.

Berikut penjelasan Najwa soal video tayangan Mata Najwa dengan Presiden Jokowi.

Perbincangan saya dengan Presiden Jokowi kemarin berlangsung jam 9.30 pagi, sebelum Ratas dilakukan. Saya smpt bertanya soal mudik dan mengapa larangan itu belum dikeluarkan padahal data Kemenhub menunjukkan sudah 900 ribu org "curi start" mudik. Selesai interview sekitar jam 10 pagi. Pak Jokowi kemudian melanjutkan agenda Ratas jam 11. Dan saat Ratas itulah keluar pernyataan Presiden. Mudik akan dilarang.

Pada Selasa, 21 April 2020, Presiden Jokowi akhirnya memutuskan melarang masyarakat untuk mudik Lebaran 2020. Hal ini, dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Data terakhir menunjukkan kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 6.760.

"Pada hari ini, saya mengambil keputusan besar. Dalam rapat hari ini saya sampaikan bahwa mudik semuanya akan kita larang. Oleh karena itu, persiapan mengenai semua ini harap dipersiapkan," ujar Jokowi via telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta.

Sebelumnya, kebijakan pemerintah untuk mudik Lebaran 2020 hanya sebatas mengimbau masyarakat tidak mudik saja. Tidak ada larangan secara resmi. Namun, Presiden Jokowi juga menyatakan tidak menutup peluang melarang mudik, sesuai evaluasi perkembangan di lapangan. Sikap presiden ini banyak dikritik karena dianggap tidak tegas. #teras.id

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com