Rabu , 30 September 2020

Layanan Jastip Belanja Pasar Tradisional Berkembang di Tengah Corona

09 April 2020 12:03 WIB


Ilustrasi pasar tradisional (Foto: Pixabay)

SOLO, solotrust.com - Pandemi corona menyebabkan layanan belanja online menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan. PONO adalah layanan belanja yang sedang menjadi perbincangan hits di kalangan ibu-ibu serta anak kost di Kota Solo. Meski sudah hadir selama dua tahun, namun dengan adanya social distancing, layanan ini membuktikan keunggulannya sehingga mampu meraih perhatian publik.

Bagaimana tidak menarik, bukan membelanjakan kebutuhan sayur, daging, dan buah ke supermarket, namun PONO membelanjakannya ke pasar-pasar tradisional yang ada di Solo. Di bawah naungan Jitu Group, layanan ini mengusung pesan moral untuk lebih mencintai pasar tradisional dan memberdayakan para pedagang pasar serta ojek online.



Menurut Chief Marketing Officer Jitu Group, Fasichah Tia Nur yang akrab disapa Iva, edukasi ke masyarakat untuk memahami layanan PONO ini tidak mudah.

"Dengan membelanjakan langsung ke pasar, kami tidak tahu barang mana yang masih tersedia di sana. Hal ini yang menyebabkan terkadang tidak semua pesanan bisa dilengkapi. Banyak yang beranggapan kami ini toko yang semua barangnya siap, padahal kami ini bagaikan jastip (jasa titip) yang menghubungkan pedagang pasar dengan pembeli," terangnya dalam keterangan pers, Selasa (08/04/2020).

"Seperti ketika kita sendiri berbelanja di pasar, tidak ada jaminan ketersediaan, bukan? Namun, konsumen tidak perlu khawatir karena PONO memberikan full refund (pengembalian dana penuh-red) atas barang yang tidak tersedia," imbuh dia.

Iva berharap, ke depan masyarakat Solo terbiasa menggunakan layanan PONO seperti di negara maju yang sudah memiliki layanan personal shopper.

"Ya, serasa memiliki asisten pribadi yang terlatih profesional untuk belanja di pasar. Cukup klik pesan sambil rebahan di rumah sudah bisa merasakan sensasi belanja di pasar tradisional," ujarnya.

"Dengan berbelanja menggunakan layanan PONO yang menghubungkan masyarakat Solo dan pedagang pasar, diharapkan pasar tradisonal ora ilang kumandange dan rekan-rekan ojol tetap mendapatkan order dan memperoleh penghasilan di tengah pandemi corona ini," pungkas Iva. (awa)

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com