SOLO, solotrust.com - Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 Kota Solo telah menembus angka 91 persen, Kamis (24/06/2021). Tak jauh berbeda, BOR intensive care unit (ICU) mencapai 92 persen dari kapasitas.
"BOR rumah sakit Kota Surakarta (Solo) ini sangat tinggi. Sekarang 91, tetapi kita pernah mencapai 95. BOR ICU pernah 98, meskipun hari ini 92 posisinya karena (BOR) ini sangat dinamis, bergantung jumlah masuknya pasien," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih, saat menyampaikan paparan di aula Korem 074/Warastratama, Kamis (24/06/2021).
Menurutnya, kapasitas tempat tidur telah dinaikkan sampai titik maksimal, yakni dari 880 menjadi 951 unit.
"Kami sudah meningkatkan kapasitas tempat tidur sesuai edaran dari Kementerian Kesehatan. Sebetulnya kapasitas 880, tapi kemarin kami paksa sehingga menjadi 951. Sudah sampai titik maksimal," ungkap Siti Wahyuningsih.
Dalam pertemuan yang didatangi tujuh kepala daerah di Soloraya itu, Siti Wahyuningsih juga menyampaikan keluhan mengenai pasien rujukan luar kota yang datang dengan tidak mematuhi SOP (standard operational procedure).
"Merujuk harusnya pakai Sisrute (Sistem Informasi Rujukan Terpadu). Keluhan dari rumah sakit, tidak pakai Sisrute, diangkat keluarga. Mohon maaf, di dunia kesehatan, ini harusnya tidak terjadi dan kami harapkan untuk insan kesehatan juga mematuhi SOP kesehatan,” tambahnya.
Kendati Solo merupakan rujukan, Siti Wahyuningsih meminta supaya tidak semua pasien dikirim ke Kota Bengawan, apalagi tanpa surat rujukan.
"Kami menyadari bahwa Solo itu rujukan, tapi jangan semuanya dilempar tanpa diberi rujukan. Kalau ini yang mengantar warga sendiri, ini berapa yang tertular. Satu pasien, nanti sopirnya, keluarganya, kalau APD (alat pelindung diri)-nya nggak bagus, ini pasti tertular," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka sepakat dengan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan. Ia menegaskan rumah sakit di wilayahnya tidak pernah menolak pasien luar kota. Buktinya, pasien Covid-19 di rumah sakit Solo mayoritas dari luar kota.
"Yang jelas Solo tidak pernah menolak pasien dari luar. Kita siap. Ya di Solo ini kan BOR-nya memang cukup tinggi dan itu karena pasien dari luar," tegas Gibran.
Putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga menjelaskan, rumah sakit Solo siap menerima pasien asal sesuai SOP.
"Kita siap, asalkan sesuai (SOP). Bukan daftar sendiri, pakai mobil sendiri, dirujuk ke ICU. Yang namanya pasien Covid-19 kan nggak boleh bersentuhan sama sekali," pungkasnya. (zend/lala)
(and_)