Pend & Budaya

PTMA Didorong Tingkatkan Kualitas dan Berkontribusi Positif terhadap Kemajuan Islam

Pend & Budaya

29 Agustus 2025 12:03 WIB

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir saat memberikan SK Akademik Asisten Ahli kepada dosen di Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), Jumat (29/08/2025)

KARANGANYAR, solotrust.com - Civitas akademika Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) didorong meningkatkan kualitas dan berkontribusi positif terhadap kemajuan Islam. Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir dalam kajian Jumat pagi di aula Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), Jumat (29/08/2025).

Pihaknya menekankan semangat Islam dibangun Muhammadiyah bukan hanya bersifat normatif, namun juga harus mampu menyesuaikan kebutuhan dan kondisi suatu zaman. Adapun untuk mencapai tujuan itu, ada dua pilar utama harus diperkuat, yakni pendidikan dan kesehatan. Dua hal ini merupakan kunci bagi bangsa untuk melangkah menuju kemajuan.



Menurut Tafsir, membangun bangsa maju bukanlah tugas individu semata. Perubahan besar harus dilakukan secara kolektif. Muhammadiyah sejak didirikan telah mengambil peran besar dalam merumuskan kembali konsep Islam sesuai perkembangan zaman. Konsep ini lahir sebagai panduan bagi umat Islam dalam menjalankan ajaran agama secara lebih progresif.

Islam berkemajuan harus berlandaskan tauhid dan menghidupkan semangat ijtihad serta tajdid. Kendati Islam telah final dalam ajarannya, pemahaman terhadapnya harus selalu berkembang agar relevan dengan zaman. Modernitas, teknologi, dan ilmu pengetahuan harus direspons dengan semangat inovasi,

"Dulu di zaman nabi nggak ada zakat beras. Adanya di Indonesia sekarang. Ini yang dinamakan Islam relevan dengan zaman," ujarnya

Islam berkemajuan juga harus berpegang teguh pada Alquran dan As-Sunnah. Dua sumber utama ini menjadi rujukan tak boleh ditinggalkan, namun tetap harus dipahami dalam konteks dinamis, meski sifatnya mutlak dan final.

Lebih lanjut, Tafsir mengatakan, Islam berkemajuan menganut prinsip wasathiyah atau jalan tengah. Islam harus dijalankan dengan sikap moderat, berkeadilan, toleran, dan seimbang dalam setiap aspek kehidupan. Islam berkemajuan juga harus mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin, rahmat bagi seluruh alam.

“Islam hadir untuk membangun harmoni kehidupan. Jadi, tidak sepantasnya seorang Muslim membuat keonaran di lingkungannya,” papar Tafsir.

Sementara itu, Wakil Rektor UMUKA, Sarilan M Ali, mengatakan kajian Jumat pagi rutin dilaksanakan dengan menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir dengan semua lini UMUKA, seperti ketua dan pembina harian, para pimpinan manajemen kampus, dosen hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Karanganyar.

Usai kajian, enam dosen menerima SK akademik asisten ahli. Adapun tema diambil pada kajian kali ini adalah ‘Kontribusi Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah dalam Meningkatlam Kualitas SDM.’

"Intinya pembinaan organisasi dan komitmen yang disampaikan ketua PWM. Tugas dosen utamanya ada empat, yaitu mengajar, meneliti, menulis, dan mengabdi. Kami mendorong dosen meningkatkan kualitas dan kapasitasnya dengan meraih gelar doktor,” pungkas Sarilan M Ali. (joe)

(and_)

Berita Terkait

Berita Lainnya