Ekonomi & Bisnis

Kurangi Impor Gula, Wagub Jateng Dorong Masyarakat Konsumsi Gula Semut

Ekonomi & Bisnis

20 Maret 2020 08:09 WIB

Gula semut (Dok http://cybex.pertanian.go.id).


SEMARANG, solotrust.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan bahwa saat ini kebutuhan gula nasional termasuk Provinsi Jawa Tengah masih mengandalkan produk impor. Guna mengurangi impor gula, berbagai langkah dilakukan Pemprov Jateng salah satunya mendorong masyarakat mengkonsumsi gula semut. 



"Saya meminta masyarakat, terutama instansi pemerintah beralih menggunakan gula semut. Selain dapat mengurangi impor, dengan mengonsumsi gula semut maka akan meningkatkan produktivitas dan pemasaran produk lokal," kata Wakil Gubernur Taj Yasin di sela rapat koordinasi tindaklanjut penanganan virus Covid-19 bersama Forkopinda di Kantor Gubernur Jateng, Senin (16/3/2020), dilansir dari laman Humas Jateng.

Menurut Gus Yasin, dengan mengkonsumsi gula semut yang banyak diproduksi warga di daerah Banyumas, Purbalingga, Purworejo dan sekitarnya, akan mengurangi ketergantungan terhadap gula impor.

Selain itu, kadar kalori pada gula kristal berbahan nira kelapa ini juga relatif lebih rendah dibanding gula pasir berbahan tebu.

Gula semut yang merupakan diversifikasi aren kelapa yang digunakan sebagai pemanis makanan, minuman, dan bahan pembuatan kecap ini, jika produktivitas dan kualitasnya terus ditingkatkan akan dapat menggeser penggunaan gula putih impor.

Karenanya, para produsen gula semut di Jateng diharapkan semakin meningkatkan produktivitas dan menjaga kualitas produk.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati menambahkan, pemanis yang merupakan gula merah versi bubuk tersebut pemasarannya telah menembus pasar internasional, diantaranya Australia, India, dan Amerika. Namun beberapa pekan ini mengalami penurunan ekspor akibat wabah virus corona.

"Tetapi kebetulan nanti ada kesempatan pameran produk Jateng bersama IWAPI di Afrika. Jadi nanti kami bawa produk gula semut ke Afrika sebagai sasaran negara ekspor," terang Ema. (Lin)

(wd)

Berita Terkait

Berita Lainnya