Jumat , 14 Agustus 2020

Hasil Swab 9 Orang Positif, Pedagang Tahu Kupat Jadi Kluster Baru?

15 Juli 2020 10:12 WIB


Ilustrasi.

SOLO, solotrust.com- Tak hanya jumlah pasien positif Covid-19 yang bertambah, keberadaan klaster virus yang belum ada obatnya itu di Kota Solo juga ikut bertambah. Pasalnya, pasca munculnya klaster Moewardi, kasus penjual tahu kupat di timur Rumah Sakit Kasih Ibu (RSKAI) besar kemungkinan akan menjadi klaster baru. Pasalnya, cukup banyak jumlah kontak erat dan dekat yang juga dinyatakan positif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, pasca adanya laporan pedagang tahu kupat yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu (11/7/2020) lalu, pihaknya pun langsung melakukan swab secara Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap 48 kontak erat dan dekat pedagang yang bersangkutan. Hasilnya sembilan orang dinyatakan positif Covid-19.



“Dari jumlah itu, yang dua masuk Solo, sedangkan tujuh orang lainnya dari Solo Raya, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo dan Boyolali. Ada yang keluarga, pelanggan, pedagang tetangga warung, karyawan rumah sakit sampai tukang becak yang biasa mangkal di sekitar warung,” urai Ning, panggilan akrabnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2020).

Disinggung sebagai klaster baru, Ning mengatakan hal tersebut memungkinkan. Mengingat hasil sampel uji swab yang diambil lebih banyak dibandingkan klaster Joyotakan dan hasil positifnya juga jauh lebih banyak. Apalagi selain mengambil 48 sampel tersebut pada Sabtu dan Minggu (11-12/7/2020), berdasarkan pengembangan pihaknya juga kembali mengambil sampel uji swab terhadap 12 orang kontak erat dan dekat lainnya.

“Tapi hasilnya belum keluar. Semoga negatif semua,” harapnya.

Terkait tujuh orang positif lainnya, Ning mengatakan sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) sesuai domisili masing-masing. Termasuk untuk tracing dari para pasien tersebut.

 “Sudah kita koordinasikan agar DKK masing-masing wilayah juga melakukan tracing. Kami menindaklanjuti yang masuk Solo. Kami juga minta RSKAI tracing karena ada karyawannya yang positif. Dan selama itu, shelter PKL-nya juga ditutup dulu, minimal 10 harilah,” ujarnya. (awa)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com