SEMARANG, solotrust.com - Upaya evaluasi terhadap kasus bunuh diri siswa SMP Negeri beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) berencana mengintensifkan konseling di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, pihaknya akan lebih mengoptimalkan peran bimbingan konseling (BK) di sekolah. Menurutnya, dengan masif bimbingan konseling, siswa bisa menyampaikan persoalan yang ia hadapi sehingga akan ada keterbukaan antara guru dan siswa.
"Ada masalah apa pun bisa disampaikan ke guru. Kami intensifkan komunikasi siswa dan guru," kata dia.
Bambang Pramusinto menyebut, seiring berkembangnya teknologi, anak-anak lebih sering menggunakan gawai. Terkadang, pihak sekolah tidak mengetahui informasi apa saja yang diakses siswa. Terkait itu, perlu adanya upaya membangun keterbukaan dengan konseling. Di samping itu, perlu ada penguatan karakter siswa untuk dilakukan.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu prihatin dengan adanya kasus bunuh diri dilakukan pelajar SMP di wilayahnya.
Mbak Ita, sapaannya mengatakan, perlu peran keluarga dan lingkungan, selain peran guru di sekolah untuk menekan tingkat keputusasaan remaja.
"Kalau lihat beritanya dari Disdik juga sudah memastikan ke keluarga kalau bukan kasus perundungan atau bullying penyebabnya. Orangtua memiliki peran penting memantau perkembangan buah hati mereka," katanya.
Pemkot Semarang selama ini telah memberikan perhatian lebih pada penguatan mental pelajar. Hal itu terlihat dengan adanya layanan konseling dalam Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM). (fjr)
(and_)