Rabu , 25 November 2020

Pengungsi Merapi di Magelang 635 Orang, Ketersediaan Logistik Aman

7 November 2020 21:31 WIB


Kondisi salah satu tempat pengungsian warga kelompok rentan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (06/11/2020). (Foto: (BPBD Kabupaten Magelang)

MAGELANG, solotrust.com - Warga sekitar Gunung Merapi yang mengungsi terus bertambah. Selain itu, titik pos pengungsian juga bertambah tiga tempat, menjadi tujuh titik pos pengungsian hingga saat ini.

“Tercatat dari kemarin ada 607 pengungsi. Saat ini jadi 635 orang. Tambahan 28 pengungsi ini berasal dari Desa Ngargomulyo dan Paten, Kecamatan Dukun,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto, saat meninjau pos pengungsian Merapi di Balai Desa Deyangan, Mertoyudan, Sabtu (07/11/2020), dilansir dari Portal Resmi Provinsi Jawa Tengah, jatengprov.go.id.



Tambahan pengungsi ini, lanjut Edi Susanto, langsung dialokasikan di Balai Desa Tamanagung, di tiga gedung lainnya, yakni Gedung Muhammadiyah, Gedung PPP, dan Gedung PDI, ditambah lapangan futsal.

Untuk diketahui, sebelumnya pos pengungsian Merapi di wilayah Kabupaten Magelang hanya ada empat titik, antara lain Balai Desa Deyangan, Balai Desa Mertoyudan, Balai Desa Banyurojo, dan Balai Desa Tamanagung.

“Seperti kemarin, kepada para pengungsi tetap dilakukan protokol kesehatan dengan dilakukan rapid test,” jelas Edi Susanto.

Sementara terkait logistik, Edi Susanto mengatakan, pihaknya sejak awal sudah mengetahui jumlah penduduk di beberapa desa yang akan mengungsi. Ia memastikan logistik akan tersedia sampai tiga hari ke depan.

“Jadi kami sudah mengetahui sejak awal bahwa di sembilan dusun di tiga desa yang akan mengungsi itu jumlah penduduknya kurang lebih 2.625 orang. Sekarang ini yang sudah mengungsi 635 orang. Jadi sisanya masih dalam pantauan kami dan kami sudah siaga apabila sisanya nanti juga mengungsi,” paparnya.

Dengan status siaga level III Merapi ini, masyarakat juga turut berperan serta memberikan bantuan kepada para warga yang mengungsi di pos-pos pengungsian, seperti memberikan bantuan dalam bentuk gas, tikar, dan kebutuhan untuk pengungsi lainnya.

“Inilah napas Indonesia. Masyarakat bergotong royong, bahu-membahu memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi. Mari bagi siapa saja yang akan memberikan bantuan, silakan bisa langsung ke pos-pos pengungsian yang ada,” pungkas Edi Susanto.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com