Selasa , 13 April 2021

Tinjau Pengungsian Gunung Merapi di Boyolali, Doni Monardo Ingatkan Protokol Kesehatan

20 November 2020 20:31 WIB


Kepala BNPB Doni Monardo memberi arahan saat meninjau lokasi pengungsian Gunung Merapi di TPPS Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (20/11/2020). (Foto: BNPB/Adji)

BOYOLALI, solotrust.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengingatkan kepada seluruh komponen yang bergerak dalam penanganan pengungsi Gunung Merapi, termasuk para masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Doni Monardo saat melakukan peninjauan lokasi pengungsian di TPPS Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (20/11/2020).



“Kami berharap seluruh hal yang berhubungan dengan protokol kesehatan, khususnya penanganan di wilayah ini betul-betul mendapatkan perhatian yang serius,” kata Doni Monardo, dilansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bnpb.go.id.

Protokol kesehatan menjadi penting sebab di lokasi pengungsian juga memiliki potensi besar terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Selain itu, Doni Monardo juga meminta agar seluruh pihak dari luar pengungsian agar mematuhi aturan protokol kesehatan yang sama apabila hendak berkunjung ke lokasi pengungsian. Dengan penerapan protokol kesehatan yang baik dan benar, penularan dapat dicegah.

“Saudara-saudara kita yang ada di sini punya risiko tinggi untuk terpapar Covid-19, apabila ada orang dari luar yang positif. Mengingat tempatnya juga relatif terbatas,” kata Doni Monardo.

“Oleh karenanya kita harapkan seluruh pihak yang berkunjung ke tempat-tempat pengungsian harus mematuhi ketentuan yang telah diberikan oleh pemerintah,” imbuhnya.

Dalam peninjauan yang didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin beserta jajaran, Doni Monardo melihat bahwa warga pengungsian lebih banyak dari mereka yang termasuk dalam kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil dan menyusui, difabel hingga anak-anak.

Oleh karena itu, Doni Monardo meminta agar seluruh komponen yang memiliki kewenangan dalam penanganan pengungsi agar memberikan perhatian khusus. Pasalnya, kelompok rentan menjadi golongan yang mudah terpapar Covid-19.

“Bagi masayarakat kelompok rentan diharapkan untuk betul-betul bisa dilindungi. Untuk mereka yang lansia, punya masalah kesehatan, difabel, balita, ibu hamil dan menyusui ini mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh,” kata Doni Monardo.

Dalam kesempatan sama, Kepala BNPB Doni Monardo juga menyerahkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan siaga darurat Gunung Merapi senilai Rp1 miliar. Selain bantuan itu, BNPB juga memberikan dukungan bagi penanganan para pengungsi dalam kaitannya penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di lokasi yang menjadi tempat pengungsian sementara.

Adapun rinciannya adalah satu unit mesin antigen, 15.000 catridge antigen, 200.000 masker kain, 250 jerigen hand sanitizer masing-masing 4 liter kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali. Dengan bantuan itu, Doni Monardo berharap aspek keselamatan dan kesehatan di tiap-tiap lokasi pengungsian dapat menjadi prioritas utama serta penanganan penungsi menjadi lebih baik.

"Mudah-mudahan dengan bantuan ini penanganan pengungsi jauh lebih baik,” pungkas Doni Monardo.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com