SOLO, solotrust.com – Saat ini status Kota Solo masih berada pada level dua untuk Covid-19. Pemerintah masih mewajibkan masyarakat untuk memakai masker dan tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes).
Berdasarkan hasil rapat koordinasi Satgas Covid-19 pemerintah Kota Solo, Senin (06/06/2022), saat ini status Kota Solo masih berada pada level dua. Terdapat lima kasus Covid-19 dengan dua pasien menjalani perawatan di rumah sakit dan tiga lainnya melakukan isolasi mandiri. Sementara dua pekan lalu terdapat satu pasien lanjut usia (Lansia) meninggal dunia dengan komorbid.
Sejauh ini belum ada perubahan aturan terkait protokol kesehatan. Pemerintah kota masih mewajibkan masyarakatnya untuk selalu memakai masker.
Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, saat ditemui wartawan menyatakan 75 persen kegiatan di luar ruangan masih wajib menggunakan masker.
“Aturannya nggak ada yang berbeda, masih tetap pada posisi 75 persen kegiatan di ruang-ruang terbuka maupun ruang-ruang tertutup kewajiban memakai masker masih ditetapkan,” ujarnya.
Sementara itu, sembari menunggu surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), aturan ini akan ditetapkan selama dua pekan ke depan. Kendati presiden sendiri menyatakan saat ini sudah diperbolehkan melepas masker, namun pemerintah Kota Solo mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga diri.
Pemerintah Kota Solo belum bisa memastikan peralihan yang pasti dari pandemi ke endemi dikarenakan harus mengikuti aglomerasi dari pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Tengah.
“Yang diatur pemerintah pusat itu kan Solo sekitarnya. Aglomerasi di Jawa Tengah kan ada enam aglomerasi, maka mengikuti itu saja. Besok kalau pemerintah provinsi sudah memerintahkan 'oh kita di ruang terbuka', biar pun pak presiden sudah menyampaikan boleh, tetapi kan kita harus menjaga diri kita," ujar Teguh Prakosa.
"Artinya kebiasaan dua tahun kita tertib dengan masker itu, ternyata ya nyaman nyaman saja. Kalau kita dengan keluarga nggak pakai masker nggak masalah,” tambahnya.
Teguh Prakosa juga mengungkapkan hingga kini program vaksinasi masih terus dilakukan setiap hari. Seperti dilakukan Rumah Sakit DKT, Polres, Klinik Bhayangkara, dan Puskesmas yang tetap menyediakan vaksninasi dari dosis satu, dua, dan tiga. Persentase vaksinasi di Jawa Tengah sendiri saat ini sudah cukup tinggi mencapai 58 persen.
Sementara untuk beberapa wilayah yang saat ini masih terdeteksi adanya kasus Covid-19 seperti Jebres dan Laweyan akan dilakukan operasi kembali guna mengetahui persentase vaksinasinya. Operasi ini rencananya akan dilakukan pekan depan.
“Nah mungkin minggu depan kami melihat operasi lagi di wilayah tinggal. Kita melihat di titik mana kemarin Covid-19 ini selalu ada, misalnya Jebres kemudian yang di Laweyan. Penumping itu ada satu kasus. Nah ini yang harus kita intervensi apakah wilayah itu persentasenya vaksinasi masih sedikit, itu nanti akan kami operasi,” pungkas Teguh Prakosa. (astin/almi)
(and_)