Sabtu , 28 November 2020

Komunitas Difabel Boyolali Bikin dan Jual Masker Murah

09 April 2020 17:31 WIB


Komunitas Difabel Ampel (KDA) di Dukuh Banjarrejo RT 2 RW 14, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali memproduksi masker

BOYOLALI, solotrust.com - Di tengah merebaknya wabah virus corona atau Covid-19, Komunitas Difabel Ampel (KDA) di Dukuh Banjarrejo RT 2 RW 14, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali memproduksi masker dengan harga cukup murah. Mereka membuat masker dalam jumlah banyak, sebagian dijual serta dibagikan gratis.

“Sebagian masker dibagikan secara gratis kepada kaum difabel dan masyarakat miskin sekitar,” ujar Sardi (47), saat ditemui wartawan di rumahnya Dukuh Banjarejo, Ampel, Rabu (08/04/2020).



Dalam pengerjaan masker, mereka sempat terkendala tempat untuk aktivitas para difabel sehari harinya.  

“Ya, selama ini pekerjaan di rumah saya. Kami mengalah dengan mengirimkan bahan ke rumah para penjahitnya. Setelah jadi, kami ambil,” jelas dia.

Kendati demikian, masker yang dibuatnya dijual dengan harga murah, berkisar antara Rp2000 hingga Rp3000 per biji. Ada yang dijual senilai modal yang dikeluarkan, bahkan ada pula yang dibagikan gratis bagi kalangan difabel.

“Penjualan selain di Boyolali, juga merambah kota lain seperti Salatiga dan Solo. Sejumlah instansi pemerintah dan swasta juga membeli masker buatan difabel ini,” jelas Sardi.

Sardi yang juga penyandang disabilitas mengaku senang bisa membantu sesamanya untuk berkarier. Bahkan, dia juga membuka pelatihan kerajinan bagi kaum difabel di rumahnya secara gratis. Ada kursus reparasi TV dan barang elektronik, perbaikan lampu, dan kerajinan dari tempurung kelapa.

“Kegiatan ini sudah berjalan dua tahun dan peserta pelatihan yang mandiri mencapai 90-an orang,” ungkapnya.

Salah satu penjahit, Sumarno Punto H (64) mengaku senang bisa ikut menjahit masker. Dalam sehari, dia bisa menjahit antara 30 hingga 50 buah masker. Jumlah masker yang dibuat bergantung ketersediaan bahan baku kain.

“Sekarang ini, pasokan kain perca bahan masker agak sulit didapat,” kata dia.

Bagi Sumarno, menjahit masker memiliki keasyikan tersendiri. Selain membantu pemerintah mengatasi dampak virus corona, dia juga mendapatkan uang untuk keluarganya.

“Sekarang ini, usaha jahit baju agak sepi, beruntung ada kegiatan pembuatan masker ini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan anggota DPRD Boyolali, Dwiadi Agung Nugroho dari Dapil Ampel, Boyolali Kota dan Mojosongo. Pihaknya berharap, usaha pembuatan masker bisa terus berkembang.

“Kaum difabel ternyata mampu berkreasi, terbukti mereka bisa membuat aneka kerajinan dan reparasi TV,” tandasnya. (Jaka)

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com