Kamis , 2 Juli 2020

Soal Penolakan Jenazah Perawat, Begini Reaksi Gubernur Ganjar

11 April 2020 20:31 WIB


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: jatengprov.go.id)

SEMARANG, solotrust.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo prihatin atas kejadian penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Ungaran. Dia berharap kejadian itu merupakan kali terakhir.

“Saya berharap kejadian di Ungaran ini adalah yang terakhir kali. Jangan lagi ada penolakan jenazah,” kata Gubernur Jawa Tengah di Rumah Dinas (Puri Gedeh) Semarang, Jumat (10/04/2020), dilansir dari Portal Resmi Provinsi Jawa Tengah, jatengprov.go.id.



Ganjar mengatakan, pihaknya mendapat laporan peristiwa yang menorehkan luka di hati, di mana ada sekelompok warga Ungaran menolak pemakaman pasien Covid-19. Ganjar pun memohon maaf kepada keluarga almarhumah dan kembali mengajak masyarakat untuk berempati dan mengedepankan rasa kemanusiaan.

“Sekali lagi saya sampaikan, bapak, ibu, pengurusan pasien jenazah Covid-19 sudah dilakukan dengan standar yang aman, baik dari segi agama maupun medis. Mulai penyucian secara syari, kemudian dibungkus kantung plastik yang tidak tembus air, hingga dimasukkan peti. Seperti yang sudah ditegaskan para ahli kesehatan, ketika jenazah itu dikubur secara otomatis virusnya akan mati karena inangnya juga mati,” terangnya.

Gubernur menegaskan, virus yang sudah mati itu tidak akan keluar dan menjangkiti warga. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun sudah berfatwa, mengurus jenazah itu wajib hukumnya, sementara menolak jenazah merupakan perbuatan dosa. Apalagi jenazah tersebut adalah seorang perawat yang seharusnya dihormati atas jasanya sebagai pahlawan kemanusiaan.

“Dia adalah seorang pejuang karena berani mengambil risiko besar dengan merawat pasien Covid-19, padahal ia tahu itu mengancam keselamatannya. Para perawat, dokter, dan tenaga medis tidak pernah menolak pasien. Mengapa kita tega menolak jenazah mereka yang telah berkorban untuk menyelamatkan kita,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Semestinya, imbuh Ganjar, warga memberi hormat dan penghargaan kepada seluruh tenaga medis di mana pun berada, serta mendoakan agar para perawat, dokter, dan tenaga medis lainnya, selalu diberikan kekuatan dan kesehatan.

Dia mengingatkan kepada pihak-pihak yang mengurus pemakaman jenazah Covid-19 agar berkomunikasi dengan pemerintah desa, tokoh maupun masyarakat setempat. Sebab kalau warga sudah paham, dia yakin semua akan menerima sekaligus mencegah berkembangnya isu hoax yang sering kali memecah belah masyarakat.

“Bapak, ibu mohon sekali lagi, jangan ada penolakan pemakaman jenazah karena sekarang ini rasa kamanungsan kita benar-benar diuji. Semoga kita selalu diberikan kekuatan oleh Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT,” pungkasnya.

Diketahui, penolakan tersebut sempat terjadi pada jenazah perawat RSUD dr Kariadi Semarang, Kamis (09/04/2020). Jenazah sebenarnya akan dimakamkan di samping makam ayahnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Siwarak, lingkungan Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran. Namun, terjadi penolakan sehingga jenazah akhirnya dimakamkan di Bergota Semarang, dekat RSUP dr Kariadi Semarang.

(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com