Jumat , 30 Oktober 2020

Lika Liku Perjalanan Karir Bong Joon Ho, Sutradara Parasite yang Menangkan Piala Oscar

14 Februari 2020 08:09 WIB


Bong Joon Ho dengan 4 piala Oscar lewat "Parasite". (Gambar: @jefflipsky via @theacademy).

Solotrust.com - "Parasite" berhasil mencetak sejarah di Piala Oscar. Film arahan sutradara Bong Joon Ho itu memenangkan best picture/film terbaik di Piala Oscar ke-92, yang dihelat (9/2/2020) waktu setempat di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, Amerika Serikat.

"Parasite" menang dari sederet film lain yakni "The Irishman", "Jojo Rabbit", "Ford v Ferrari", "Little Women", "Joker", "Marriage Story", "Once Upon a Time in Hollywood", dan "1917."



Selain itu, "Parasite" juga memenangkan kategori best director, best original screenplay, dan best international feature atau best foreign language film.

Kemenangan "Parasite" adalah pertama kalinya untuk film Korea Selatan di Piala Oscar. Film itu sekaligus merupakan film best international feature pertama (non Bahasa Inggris) yang juga meraih best picture di ajang itu.

Dalam kategori best director, Bong Joon Ho menang dari Sam Mendes dari "1917", Todd Phillips dari "Joker", Martin Scorsese dari "The Irishman", dan Quentin Tarantino dari "Once Upon a Time in Hollywood."

Bong Joon Ho pun menjadi sutradara Asia kedua yang memenangkan best director (sutradara terbaik) setelah Ang Lee dari Taiwan dalam film “Life of Pi", yakni pada Piala Oscar ke-85.

Untuk kategori best original screenplay, "Parasite" menang dari "Knives Out" yang ditulis oleh Rian Johnson, "Marriage Story" oleh Noah Baumbach, "1917" oleh Sam Mendes dan Krysty Wilson-Cairns, dan "Once Upon a Time in Hollywood" oleh Quentin Tarantino.

Sementara untuk kategori best international feature atau best foreign language film, "Parasite" menang dari "Corpus Christi" dari Polandia, "Honeyland" dari North Macedonia, "Les Miserables" dari Perancis, dan "Pain and Glory" dari Spanyol.

"Parasite" adalah film satir yang menggambarkan sistem kelas sosial yang mengakar melalui kehidupan keluarga kaya dan miskin. Film ini juga berhasil meraih penghargaan film berbahasa asing terbaik di Golden Globe Awards, yang diumumkan (6/1) lalu. Itu juga merupakan pertama kalinya dalam sejarah ada film buatan Korea Selatan yang memenangkan penghargaan Golden Globe.

Lalu, siapa Bong Joon Ho? Bagaimana kiprahnya sebagai sutradara hingga ia bisa mencetak pencapaian yang sangat tinggi bagi negaranya?

Dikutip dari The Korea Times (10/2), Bong Joon Ho lahir di Daegu sebagai anak termuda dari 4 bersaudara. Ayahnya adalah seorang desainer grafis dan profesor seni. Sementara kakeknya adalah penulis terkenal, Park Tae Won.

Pada usia sembilan tahun, Bong pindah ke Seoul. Sejak saat itu ia menghabiskan banyak waktunya menonton film Hollywood dan Eropa di TV. Dia memiliki minat besar pada komik, yang membuatnya mulai menggambar storyboard untuk ide-ide filmnya.

Bong mengambil jurusan sosiologi di Universitas Yonsei, dimana ia bergabung dengan klub film bernama "Yellow Door" dan gairahnya untuk pembuatan film pun tumbuh.

Pada 10 Februari, dalam rangka memperingati "Parasite" yang membawa pulang empat piala di Oscar ke-92, MBC menayangkan kembali episode khusus tentang Bong Joon Ho, dimana ia berbicara tentang permulaannya sebagai sutradara.

 “Saya melihat banyak film yang ditayangkan di televisi. Saya terobsesi dengan mereka. Pada Jumat malam, saluran militer Amerika menayangkan banyak film erotis atau kekerasan. Dan di akhir pekan, saya menonton semua film klasik yang ditayangkan di TV. Saya ingin belajar tentang film, jadi saya banyak belajar. Saya akan menonton film yang sama puluhan kali dan mempelajarinya," katanya, sebagaimana dirangkum Soompi.

Bong mengatakan bahwa ketika ia berada di klub film sekolahnya, ia harus menjual donat di toko sekolah selama enam bulan untuk bisa membeli kamera. Dia berkata, "Saya ingat memegang kamera itu ketika saya tidur."

Pada tahun 1994, Bong membuat film "White Man". Ia berkata, "Saya tidak memiliki pengalaman, jadi tidak ada aktor yang mengenal saya. Salah satu teman saya bergabung dengan perusahaan bernama Yeon Woo Stage. Teman itu memperkenalkan saya pada seorang aktor bernama Kim Roe Ha. Untuk biaya penampilannya, semua yang saya berikan kepadanya adalah kartu hadiah untuk kemeja berkancing."

Setelah itu, Bong memasuki Akademi Seni Film Korea dan menyerahkan film pendeknya berjudul "Incoherence" sebagai proyek kelulusannya.

Sutradara Park Chan Wook, yang melihat proyek itu mengatakan, “Saya pertama kali mengetahui tentang sutradara Bong Joon Ho melalui film kelulusannya. Itu adalah film berjudul 'Incoherence', yang menggambarkan kemunafikan kepemimpinan masyarakat. Itu sangat segar dan kreatif, dan itu mengejutkan saya. Saya belum pernah melihat film pendek yang luar biasa dari Korea sebelumnya. Jadi saya langsung bertanya siapa yang membuat film, dan saya memanggilnya."

Bong melanjutkan ceritanya, “Sutradara Park Chan Wook menghubungi saya untuk mengatur skenario film baru. Saya baru akan lulus dan saya kagum. Saya senang bisa mendapat pekerjaan bahkan sebelum saya lulus". Meskipun begitu, Bong tidak bisa mendapatkan investor untuk film tersebut.

 “Saya mulai bekerja paruh waktu. Saya merekam film pernikahan. Akan ada orang yang masih memiliki rekaman yang saya buat untuk mereka. Saya merekam dengan sangat baik. Jika orang tua menangis, saya melakukan closeup, dan jika ada seseorang yang terlihat seperti mantan pacar mempelai pria, saya juga melakukan closeup pada mereka," kenang Bong.

Bong kemudian menjadi asisten sutradara untuk film "Motel Cactus" dan kemudian merilis "Barking Dogs Never Bite", film komersial pertamanya, meskipun tidak berjalan baik di box office. Bong mulai sukses dengan filmnya "Memories of Murder" (2003) yang meraih lebih dari 5 juta penonton bioskop.

Dia kemudian mengenang susahnya masa-masa itu. “Saya menikah pada 1995, dan sejak saat itu sampai 'Memories of Murder' pada tahun 2003, itu sangat sulit. Sangat buruk sehingga teman sekolah saya memberi saya nasi."

Ketika ditanya apakah dia pernah berpikir untuk menyerah dalam pembuatan film, Bong berkata, “Menjelang akhir, saya nyaris menyerah. Saya pikir itu pada tahun 1998, ketika saya berdiskusi dengan istri saya. Saya berkata, ‘Beri saya satu tahun lagi. Saya memiliki sejumlah uang yang dihemat, jadi itu akan berlaku selama satu tahun'. Jadi untuk tahun itu, saya memiliki pola pikir bahwa saya akan maju untuk itu bahkan jika itu berakhir dengan kegagalan."

Setelah "Memories of Murder", Bong Joon Ho menciptakan sederet film yang sukses di pasaran yakni "The Host" (2003), "Mother" (2009), "Snowpiercer" (2013), "Okja" (2017), hingga "Parasite" (2019). (Lin)

(wd)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com