Jumat , 10 Juli 2020

Siagakan 123 Tim Medis, Boyolali Siapkan RSD Khusus Covid-19

6 April 2020 16:05 WIB


Petugas medis Kabupaten Boyolali disiapkan guna mendukung penanganan wabah virus corona atau Covid-19

BOYOLALI, solotrust.com - Sebanyak 123 petugas medis di Kabupaten Boyolali, baik dari dokter, perawat, petugas laboratorium hingga petugas penunjang lainnya disiapkan guna mendukung penanganan wabah virus corona atau Covid-19.  

Rumah Sakit Darurat (RSD) berlokasi di Kampung Rejosari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali disiapkan khusus melayani pasien dengan rentang usia 15 tahun hingga 55 tahun. Sementara pasien dengan usia kurang dari 15 tahun dan lebih dari 55 tahun akan dirawat di RSU Pandan Arang Boyolali.



Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M Said Hidayat usai meresmikan RSD mengatakan, rumah sakit ini khusus untuk perawatan pasien dengan kondisi ringan dan sedang. Setelah pasien sembuh, nantinya akan diantar pulang petugas.

“Apabila kondisinya berat, pasien bakal dirawat di Ruang Brotowali, RSU Pandan Arang (RSUPA). Namun, mudah-mudahan Boyolali tetap aman dan masyarakat tetap sehat,” kata Wabup, Senin (06/04/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri Survivalina mengatakan, ada 18 ruang kamar disiapkan dalam penanganan pasien dengan gejala penyakit Covid-19. Masing-masing kamar berisi dua tempat tidur dan rumah sakit ini mampu menampung 36 pasien.

“Jika terjadi lonjakan pasien, masih ada dua lantai gedung Rusunawa yang siap dipakai. RSD Covid-19 ini untuk penegakan diagnosis dan screening bagi pasien tersangka Covid-19,” kata dia.


Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani menjelaskan, penetapan rumah sakit tersebut telah melalui berbagai pertimbangan dan kajian. Pasalnya, ada sejumlah alternatif tempat yang ada di Boyolali. 

Akhirnya, tim komprehensif bentukan Bupati Boyolali Seno Samodro menetapkan penggunaan Rusunawa. Selain lokasinya berada cukup jauh dari kawasan penduduk, sekeliling bangunan terdapat pagar setinggi tiga meter.

“Juga memperhatikan protokol kesehatan penanganan Covid-19,” ujar dia yang juga Ketua III Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Boyolali.

Menurut Wiwis Trisiwi Handayani, RS darurat ini untuk sementara hanya memanfaatkan dua lantai saja dari empat lantai gedung yang ada, yakni lantai satu untuk penanganan pasien dan lantai dua untuk mengisolasi penunggu pasien serta petugas medis.

“Kami manfaatkan dua lantai untuk penanganan pasien Covid-19. Dua lantai itu tempat penunggu pasien dan petugas medis,” tandasnya. (Jaka)


(redaksi)

  • Kontak Informasi SoloTrust.com
  • Redaksi: redaksi@solotrust.com
  • Media Partner: promosi@solotrust.com
  • Iklan: marketing@solotrust.com