SEMARANG, solotrust.com - Perkembangan terbaru dalam penanganan kasus penganiayaan melibatkan oknum anggota TNI dari Kompi B Yonif Raider 408/Sbh menunjukkan kemajuan signifikan.
Berdasarkan alat bukti terkumpul dan keterangan dari para terperiksa, penyidik Denpom IV/4 Surakarta telah mengerucutkan oknum prajurit pelaku penganiayaan menjadi enam orang. Keenam pelaku berinisial Prada Y, Prada P, Prada A, Prada J, Prada F, dan Prada M. Penyidik telah melakukan proses investigatif secara cepat guna mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus ini.
Selain itu, perlu diketahui, penggunaan knalpot brong pada sepeda motor merupakan tindakan pelanggaran UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009 pasal 285 ayat (1) jo Pasal 106 ayat (3). Pelanggaran ini dapat dikenakan sanksi pidana paling lama satu bulan kurungan dan denda maksimal Rp250 ribu.
Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Richard Harison, mengungkapkan hingga saat ini penyidik Denpom IV/4 Surakarta masih terus bekerja secara intensif untuk mengungkap dan melanjutkan proses hukum guna memastikan keadilan tetap ditegakkan sesuai prosedur berlaku.
"Pomdam IV/Diponegoro memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan transparan dan adil. Kodam IV/Diponegoro juga memberikan perhatian kepada pihak yang menjadi korban,” ungkapnya, Selasa (02/01/2024)
Kapendam mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan percaya serta menghormati segala langkah proses hukum saat ini sedang berlangsung, demi terwujudnya keadilan seutuhnya.
“Kami akan terus memberikan informasi terkait penanganan kasus pelanggaran tersebut”, pungkas Kolonel Inf Richard Harison. (fjr)
(and_)